Langsung ke konten utama

Video lucu gokill rayuan maut

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Mengharukan Bai Fang Li, Kakek Tua Tukang Becak Yang Menyekolahkan 300 Anak Miskin dari cina

Cerita Motivasi hidup kali ini adalah tentang seorang kakek tua tukang becak yang telah menyekolahkan 300 anak miskin, berikut ini langsung saja kita baca artikelnya. Bai Fang Li seseorang yang namanya hingga saat ini masih harum di negeri China. Dahulu dia merupakan seorang tukang becak yang telah dikenal hampir diseluruh penjuru china karena memiliki hati emas. Bahkan cerita dari kebaikan Bai Fang Li saat ini masih tersohor walaupun itu telah terjadi pada 1987 silam. Baca Juga : Ma Zhiqiu Seorang Ibu Yang Menginspirasi Dunia Semula Bai merupakan seorang pensiunan yang kemudian sengaja melanjutkan hidupnya dengan pulang ke kampung halamannya. Pada suatu ketika dia melihat banyak anak – anak kurang mampu yang bekerja di ladang dan juga sawah. Anak Bai Fang Li bercerita “Dia bertanya kenapa banyak anak – anak tidak sekolah. Lalu saya katakan bahwa mereka anak anak kurang mampu sehingga tidak mampu untuk membayar uang sekolah. ayah kemudian khawatir dan kemudian menyumbangkan uang 5000...

Cerita persahabatan monyet dan buaya...

Dahulu kala hiduplah seekor monyet di sebatang pohon jamblang di tepi sungai. Ia bahagia walaupun tinggal sendiri . Pohon itu mempunyai banyak buah yang manis dan memberinya tempat berteduh pada saat hari panas atau hujan. Pada suatu hari seekor buaya naik ke tepian sungai dan beristirahat di bawah pohon. Sang monyet yang ramah menyapanya, “Halo.” “Halo,” jawab buaya. “Apakah kau tahu dimana aku dapat menemukan makanan? Tampaknya sudah tidak ada ikan lagi di sungai ini.” “Aku tidak tahu dimana ada ikan Namun aku mempunyai banyak buah jamblang yang masak di pohon ini. Ini, cobalah!” kata monyet sambil memetik beberapa buah jamblang dan melemparkannya kepada buaya. Buaya memakan semua buah yang diberikan monyet.Ia suka rasanya yang manis. Ia minta monyet memetik buah jamblang lagi untuknya. Sejak saat itu buaya datang setiap hari. Mereka pun menjadi sahabat. Mereka mengobrol sambil makan buah jamblang. Pada suatu hari buaya bercerita tentang isteri dan keluarganya.”Mengapa ...