Langsung ke konten utama

Cerita persahabatan monyet dan buaya...

Dahulu kala hiduplah seekor monyet di sebatang pohon jamblang di tepi sungai. Ia bahagia walaupun tinggal sendiri . Pohon itu mempunyai banyak buah yang manis dan memberinya tempat berteduh pada saat hari panas atau hujan. Pada suatu hari seekor buaya naik ke tepian sungai dan beristirahat di bawah pohon. Sang monyet yang ramah menyapanya, “Halo.” “Halo,” jawab buaya. “Apakah kau tahu dimana aku dapat menemukan makanan? Tampaknya sudah tidak ada ikan lagi di sungai ini.” “Aku tidak tahu dimana ada ikan Namun aku mempunyai banyak buah jamblang yang masak di pohon ini. Ini, cobalah!” kata monyet sambil memetik beberapa buah jamblang dan melemparkannya kepada buaya. Buaya memakan semua buah yang diberikan monyet.Ia suka rasanya yang manis. Ia minta monyet memetik buah jamblang lagi untuknya. Sejak saat itu buaya datang setiap hari. Mereka pun menjadi sahabat. Mereka mengobrol sambil makan buah jamblang. Pada suatu hari buaya bercerita tentang isteri dan keluarganya.”Mengapa baru sekarang kau bilang bahwa kau punya isteri? Bawalah jamblang ini untuk isterimu.” Isteri buaya menyukai buah jamblang. Ia belum pernah makan sesuatu yang begitu manis. Ia berpikir betapa manisnya daging monyet yang sepanjang hidupnya makan buah jamblang setiap hari. Air liurnya menetes. “Suamiku,” kata isteri buaya, “ajaklah monyet kemari untuk makan malam. Lalu kita makan dia. Pasti dagungnya lezat dan manis.” Buaya terperanjat. Bagaimana ia dapat memakan sahabatnya? Ia menjelaskan kepada isterinya, “Monyet satu-satunya temanku, “ katanya. Sang buaya tetap menolak membawa monyet kepada isterinya. Sementara isterinya pun tetap membujuknya. Ketika buaya tetap tidak mau menuruti keinginannya, isteri buaya pura-pura sakit keras. “Suamiku,” katanya, “Hanya jantung monyet yang dapat menyembuhkanku. Kalau kau mencintaiku, kau ajak monyet temanmu kemari. Setelah makan jantungnya aku pasti segera sembuh.” Buaya kebingungan, di satu sisi monyet adalah sahabatnya yang baik hati. Namun di sisi lain, bila isterinya tidak memakan jantung monyet, mungkin ia akan meninggal. Akhirnya, ia memutuskan untuk membawa monyet kepada isterinya untuk dijadikan obat. “Teman,” kata buaya kepada monyet. “Isteriku sangat berterima kasih dengan buah jamblang yang kaukirimkan tiap hari. Sekarang ia ingin mengundangmu makan malam.Ikutlah denganku ke rumah kami.” Monyet sangat gembira dengan undangan itu namun ia berkata bahwa ia tak mungkin ikut karena ia tak dapat berenang. “Aku akan menggendongmu di atas punggungku. Kau tak usah khawatir,” kata buaya. Monyet pun melompat ke punggung buaya dan berangkatlah mereka. Ketika mereka sudah cukup jauh dari pohon jamblang, buaya berkata,”Isteriku sakit parah, hanya jantung monyet yang dapat menyembuhkannya.” Monyet ketakutan. Ia berpikir keras, bagaimana ia dapat menyelamatkan diri. “Buaya temanku, kasihan isterimu. Namun kau tak perlu cemas. Aku senang bisa menolong isterimu dengan jantungku. Masalahnya, aku tadi meninggalkan jantungku di atas dahan pohon jamblang. Ayo kita kembali dan mengambilnya.” Buaya percaya kepada monyet. Ia berbalik dan berenang kembali ke pohon jamblang. Monyet segera melompat turun dari punggung buaya dan segera naik ke dahan pohon. “Temanku yang bodoh. Tidak tahukah kau, bahwa kita selalu membawa-bawa jantung kita? Aku tak akan mempercayaimu lagi. Pergilah dan jangan pernah kembali ke sini lagi.” Monyet pun membalikkan badannya, tak mau lagi melihat sang buaya. Buaya sangat menyesal. Ia kehilangan satu-satunya sahabatnya. Ia juga tak akan dapat makan buah jamblang yang manis itu lagi. Monyet lolos dari bahaya karena berpikir dengan cepat dan cerdik. Ia menyadari bahwa monyet dan buaya tidak mungkin berteman. Buaya lebih suka makan monyet daripada berteman dengannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti kata sandbox

Dalam keamanan komputer, sandbox adalah mekanisme keamanan untuk memisahkan program yang sedang berjalan. Istilah ini acap digunakan untuk mengeksekusi kode yang belum diuji, atau programtidak terpercaya yang berasal dari pihak ketiga dan pemasok yang tidak terverifikasi, serta pengguna dan situs webyang tidak terpercaya. [1] Sandboxbiasanya menyediakan sumber daya yang dikontrol ketat bagi program tamu untuk berjalan pada komputer, misalnya menyediakan ruang gerutpada cakram dan memori. Akses jaringan, kemampuan untuk memeriksa sistem penyedia atau membaca dari perangkat masukan biasanya tidak diizinkan atau sangat dibatasi. Dalam kasus ini,sandboxadalah contoh spesifik dari virtualisasi. Teknologisandboxseringkali digunakan untuk menguji program tidak terverifikasi yang mungkin mengandung virusatau kode jahatlainnya, tanpa harus membiarkan perangkat lunak tamu membahayakan perangkat penyedia. Sumber Wp

SIULOK MELIHAT MOBIL BAPAKNYA DI RAMBA-RAMBA / SEMAK SEMAK

....Siulok yg msh kelas 5 SD melihat mobil ayahnya parkir di ramba2 dalam perjalanan pulang dari sekolah, dia melihat di dalam mobil ada ayahnya & tante tiur tetangganya. - Siulo segera pulang menemui ibunya, & berkata.. - Siulok: "aku lihat mobil ayah parkir di ramba2 tadi mak, terus di dalam mobil itu ada ayah sama tante tiur tetangga kita itu mak" - IBU: "Stop stop, simpan dulu ceritamu nak, nanti ceritakan lagi kalau ayahmu sudah sampai di rumah ya !? " (ujar ibunya sambil tersenyum penuh arti). - Dua jam kemudian ayah siulok pulang, sang ibu segera memanggil siulo & berkata. - "Ulok,,,, Tadi kamu lihat apa waktu pulang sekolah nak ?" - Dengan tenang siulok menjawab.. "kulihat mobil ayah parkir di ramba2 alias semak semak bu" - Sang ayah mulai salah tingkah. - dan siibu pun langsung menyambung: "Lanjutkan Ulok ceritanya" (sambil ngasah golok). - Siulok "di mobil ada ayah & tante tiur" - Ibu; "Teruss...

Kisah seorang tukang becak, berperang melawan siang dan malam, hujan dan terik demi si anak dan si istri yang cuma mengurus anak dan dapur rumah tangga doang.

Inilah kehidupan yang harus ditanggung. Ketika satu orang berperang melawan siang dan malam, panas dan dingin, kemarau dan hujan, dan tidak mengenal lelah demi memperjuangkan 3 nyawa serta tempat tinggal, kebutuhan makan, listrik dam air PAM serta susu anak 3x dalam seminggu yg berukuran 150ml x 13000/bks. Sewa rumah 400.000/bln dan listrik sekitar 40rb/bln + air sktr 20rb/bln dan biaya makan perharinya untuk 3 orang (2 dewasa + 1 balita). Paling remis 25-30rb/hr dan paling irit 20rb per hari hanya pake lauk sekali beli dari warung, sekitar 7rb-an + beras 1 kg = 11rb dan sisanya beli krupuk buat lauk malam dan jajan sikecil. ";;;;;;;;;", memang inilah kenyataannya. Hanya si suami yang bekerja sebagai tukang becak disiang hari, dan mulai jam 10 malam sebagai satpam rumah pribadi dengan upah Rp.1 juta,- /bln. Narik becanya kadang tidak menentu, kadang start mulai jam 6:30 pagi -> pukul 10 pagi, dan pulang kerumah disekitar 19:30 malam, lalu start lagi jaga malam mulai puk...